26 Jun 2014
BUNGKUS & ISI
"Rumah yang indah" hanya bungkusnya..
"Keluarga bahagia" itu isinya...
"Keluarga bahagia" itu isinya...
"Kekayaan" itu hanya bungkusnya..
"Hati yang bahagia" itu isinya...
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya..
"Kepribadian dan hati" itu isinya...
"Bicara" itu hanya bungkusnya..
"Kenyataan" itu isinya...
"Buku" hanya bungkusnya..
"Pengetahuan" itu isinya...
"Hidup di dunia" itu bungkusnya..
"Hidup sesudah mati" itu isinya...
Utamakanlah ISI-nya..
Namun rawatlah BUNGKUS-nya...
Sumber: copy & paste
Kuat...tapi..
★ BESI itu kuat,
tapi API mampu meleburkannya
☆ API itu kuat,
☆ API itu kuat,
tapi AIR mampu memadamkannya
★ AIR itu kuat,
★ AIR itu kuat,
tapi AWAN mampu menyerapnya
☆ AWAN itu kuat,
☆ AWAN itu kuat,
tapi ANGIN mampu menolaknya
★ ANGIN itu kuat,
★ ANGIN itu kuat,
tapi BUKIT mampu menghalanginya
☆ BUKIT itu kuat,
☆ BUKIT itu kuat,
tapi MANUSIA mampu menghancurkannya
★ MANUSIA itu kuat,
★ MANUSIA itu kuat,
tapi NAFSU mampu menundukannya
☆ NAFSU itu kuat,
☆ NAFSU itu kuat,
tapi IMAN mampu mengalahkannya
Tapi bila IMAN KUAT,
Tapi bila IMAN KUAT,
tiada apa yang mampu mengalahkannya
Ya ALLAH...
Ya ALLAH...
Kuatkan IMAN kami
di mana saja kami berada...
Aamiin...
PESONA AKHLAK RASULULLAH SAW
Suatu ketika Rasulullah SAW berjalan di Kota Makkah. Beliau melihat seorang wanita tua menunggu seseorang yang boleh diminta tolong membawakan barangnya.
Sebaik saja Rasulullah SAW lalu di depannya, ia memanggil, “Ya ahlal Arab! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kubayar.”
Rasulullah SAW sengaja lalu di hadapan nenek itu kerana berhasrat hendak menolongnya. Ketika Rasulullah SAWmenghampirinya, beliau segera mengangkat barang-barang itu lalu berkata, “Aku akan mengangkatkan barangmu tanpa bayaran.”
Nenek tua itu amat senang mendengar perkataan tersebut kerana selama ini amat jarang orang membantunya tanpa bayaran. Biasanya, walaupun tidak meminta, tetapi jika dia memberi bayaran, orang dengan senang hati akan menerimanya. Dia memandang wajah Rasulullah SAW yang bersih dan tenang. Dia yakin anak muda yang menolongnya kini adalah seorang pemuda yang berbudi luhur.
Di tengah perjalanan, wanita itu menasihati Rasul. “Khabarnya di Kota Makkah ini ada seorang yang mengaku nabi, namanya Muhammad. Hati-hatilah engkau dengan orang itu. Jangan sampai engkau terperdaya dan mempercayainya.”
Nenek tua itu sama sekali tidak tahu bahwa pemuda yang menolongnya dan kini bersamanya adalah Muhammad Rasulullah.
Maka, Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Aku ini Muhammad ...”
Nenek tua itu terperanjat apabila mengetahui pemuda yang menolongnya adalah Muhammad yang diceritakannya. Maka, pada saat itu juga nenek itu langsung meminta maaf dan bersyahadat. Ia pun kemudian memuji akhlak Rasul. “Sungguh engkau memiliki akhlak yang luhur.”
Sumber : copy & paste
Sebaik saja Rasulullah SAW lalu di depannya, ia memanggil, “Ya ahlal Arab! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kubayar.”
Rasulullah SAW sengaja lalu di hadapan nenek itu kerana berhasrat hendak menolongnya. Ketika Rasulullah SAWmenghampirinya, beliau segera mengangkat barang-barang itu lalu berkata, “Aku akan mengangkatkan barangmu tanpa bayaran.”
Nenek tua itu amat senang mendengar perkataan tersebut kerana selama ini amat jarang orang membantunya tanpa bayaran. Biasanya, walaupun tidak meminta, tetapi jika dia memberi bayaran, orang dengan senang hati akan menerimanya. Dia memandang wajah Rasulullah SAW yang bersih dan tenang. Dia yakin anak muda yang menolongnya kini adalah seorang pemuda yang berbudi luhur.
Di tengah perjalanan, wanita itu menasihati Rasul. “Khabarnya di Kota Makkah ini ada seorang yang mengaku nabi, namanya Muhammad. Hati-hatilah engkau dengan orang itu. Jangan sampai engkau terperdaya dan mempercayainya.”
Nenek tua itu sama sekali tidak tahu bahwa pemuda yang menolongnya dan kini bersamanya adalah Muhammad Rasulullah.
Maka, Rasulullah SAW berkata kepadanya, “Aku ini Muhammad ...”
Nenek tua itu terperanjat apabila mengetahui pemuda yang menolongnya adalah Muhammad yang diceritakannya. Maka, pada saat itu juga nenek itu langsung meminta maaf dan bersyahadat. Ia pun kemudian memuji akhlak Rasul. “Sungguh engkau memiliki akhlak yang luhur.”
Sumber : copy & paste
22 Jun 2014
Aduhai hati....
tenang hatiku tenang
jangan menangis lagi
biar luka semalam
terus berlalu pergi
sabar hatiku sabar
reda takdir Ilahi
kasih takkan pudar
duka jangan kembali
Langgan:
Catatan (Atom)
damai....
Label
|